T | : | Kenapa awal Romadlon berbeda ? |
J | : | Karna dasar dan ketentuan yang digunakan berbeda; ada yang menggunakan dasar Hisab dengan ketentuan Wujudul Hilal, ada yang menggunakan dasar Hisab sebagai pemandu dan Ru”yah sebagai penentunya, Karna pada malam Senin tgl 8 Juli 2013 (penentuan awal romadlon) tidak ada yg berhasil ru’yatul hilal maka istikmal (menyempurnakan tanggal Sya’ban menjadi 30). |
T | : | Apa Ru’yah itu ? |
J | : | Ru’yah adalah melihat, mengamati hilal secara langsung (di pantai /tempat terbuka) saat terbenamnya matahari pada hari ke 29 (malam ke 30) dari bulan Hijriyah. Apabila pada malam itu hilal dapat terlihat, maka pada malam tersebut dimulai tanggal 1 bagi bulan baru atas dasar Ru’yatul Hilal; tetapi apabila tidak berhasil melihat hilal, maka malam tersebut adalah tanggal 30, dan malam berikutnya dimulai tanggal 1 bulan baru atas dasar istikmal. |
T | : | Bagaimana dengan Hari Raya Idul Fitri 1434 H. apa ada kemungkinan berbeda ? |
J | : | Hari Raya Idul Fitri tahun 1434 H. kompak tidak ada perbedaan. |
T | : | Kapan pelaksanaan dan dimana Ru’yah akhir Romadlon (menjelang awwal Syawwal) ? |
J | : | Ru’yah akhir Romadlon (menjelang awwal Syawwal 1434 H) dilaksanakan pada Rabu 7 Agustus 2013 di halaman Masjid Giribangun Rt. 05/06 desa Karanggintung Kecamatan Patikraja sesuai dengan surat edaran dari Kanwil Kemenag Jateng. |
T | : | Berapa ketinggian hilal yang mungkin berhasil untuk di ru’yah ? |
J | : | Ada tiga hal yang mempengaruhi keberhasilan ru’yatul hilal sesuai kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia, Singapura) : 1. Tinggi hilal lebih dari 2 derajat 2. Jarak antara bulan dan matahari lebih dari 3 derajat 3. Umur bulan lebih dari 8 jam ( jarak waktu antara Ijtima’ sampai terbenam matahari). Dan cuaca juga cerah |
T | : | Seberapa mungkin keberhasilan ru’yah akhir Romadlon (awal Syawal 1434 H) ? |
J | : | Ru’yah dilokasi halaman Masjid Giribangun Rt. 05/06 desa Karanggintung Kecamatan Patikraja kurang yakin akan keberhasilannya karena merupakan lokasi baru yang belum teruji, sedang di pantai Ayah sering terjadi kabut, tapi ditempat lain yakin ada yg berhasil . |
T | : | Berapa ketinggian hilal pada tanggal 7 Agustus 2013 / tanggal 29 Romadlon 1434 H ? |
J | : | Ketinggian hilal tanggal 7 Agustus 2013 / tanggal 29 Romadlon 1434 H di lokasi halaman Masjid Giribangun Rt. 05/06 desa Karanggintung Kecamatan Patikraja 03 derajat 23 menit dan lama di atas ufuq (horizon) 12 menit 40 detik. |
T | : | Mengapa harus melakukan ru’yah, bukankah dengan ketinggian tersebut yakin berhasil ? |
J | : | Karna dasar yang dipakai adalah ru’yah sedang hisab sebagai pemandu, disamping itu ru’yah akhir bulan hijriyah (menjelang awal bulan( sifatnya Ibadah karna adanya perintah dari beliau Nabi sebagaimana dalam hadits : Artinya : Berpuasalah kamu sekalian karena melihat hilal, dan berbukalah kamu sekalian karena melihat hilal, bila hilal itu tertutup awan maka takdikanlah ia tigapuluh hari. (Riwayat imam Muslim) |
Selasa, 30 Juli 2013
BEBERAPA JAWABAN ”BHR” SEPUTAR RU’YAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar